Profile Desa Muruona
Desa Muruona adalah salah satu desa pesisir di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan luas wilayah 7,13 km². Secara geografis, utara berbatasan langsung dengan lereng Gunung Ile Ape, timur dengan Desa Watodiri, selatan dengan Kelurahan Lewoleba Timur, dan barat dengan Desa Laranwutun serta Teluk Lewoleba. Topografi wilayahnya termasuk daerah landai dan dataran rendah, menjadikannya kawasan yang subur sekaligus strategis bagi aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Secara administratif, Desa Muruona terbagi dalam 4 dusun dan 9 Rukun Tetangga, dipimpin oleh Kepala Desa Arnoldus Pelira yang menjabat sejak 2016. Per data terkini, desa ini dihuni oleh 754 jiwa terdiri dari 406 laki-laki dan 347 perempuan yang tergabung dalam 203 kepala keluarga, menjadikannya salah satu desa dengan kepadatan penduduk moderat di Kecamatan Ile Ape.
Muruona bukan desa yang lahir dari kekosongan sejarah. Keberadaannya telah tercatat sejak masa kolonial Belanda, dengan pemimpin pertama yang dikenal adalah Kidaman Lasan Domaking bergelar Ahu Belen Labi Laranwutun. Desa ini kemudian melewati perjalanan panjang. Sempat digabungkan dengan Desa Waipukang menjadi Desa Laranwutun karena jumlah penduduk yang tidak memenuhi syarat administratif, hingga akhirnya pada tahun 1995 Gubernur NTT menetapkannya kembali sebagai Desa Persiapan. Setahun kemudian, pada 1996, Muruona resmi berdiri sebagai Desa Definitif dengan Kepala Desa pertama Lorens Lomi Soromaking. Sejak saat itu, delapan kepala desa telah memimpin Muruona secara bergilir, mencerminkan dinamika demokrasi lokal yang terus bergerak. Kini, di bawah kepemimpinan Arnoldus Pelira, desa ini terus membangun identitasnya sebagai komunitas pesisir yang produktif dan berkarakter.
Kekayaan terbesar Desa Muruona terletak pada potensi sumber daya alamnya yang beragam. Desa ini memiliki lahan pertanian seluas 50 hektar, perkebunan 53 hektar, lahan tidur 15 hektar, dan kawasan perikanan seluas 75 hektar. Sebuah kombinasi yang menempatkan Muruona sebagai desa dengan basis ekonomi yang cukup kokoh. Komoditas pertanian utama meliputi jagung dan ubi kayu, sementara sektor peternakan ditopang oleh 87 ekor sapi, 56 ekor kambing, dan 374 ekor ayam. Di bidang pendidikan, desa ini dilengkapi dengan TKK, SD, dan SMK masing-masing satu unit, yang menampung generasi muda dari berbagai penjuru dusun. Untuk layanan kesehatan, tersedia 1 unit Polindes yang melayani kebutuhan dasar warga. Meski sejumlah fasilitas seperti Puskesmas, klinik, dan apotek belum tersedia di tingkat desa, keberadaan Polindes menjadi garda terdepan kesehatan komunitas. Dengan potensi alam yang melimpah, sejarah yang mengakar, dan semangat masyarakat yang tidak pernah padam, Desa Muruona terus melangkah menuju masa depan yang lebih berdaya dan sejahtera.