Cara Percaya Diri untuk Anak yang Pemalu

Cara Percaya Diri untuk Anak yang Pemalu

Bagaimana sih cara agar percaya diri  untuk anak kita?Ketika kita mempunyai anak yang pemalu dalam kasus ini lebih spesifik ke anak sebelum SD, maka respon kita pada umumnya adalah: ” Ayo main sana sama teman temanmu” ” Ga papa kok main sama temanmu…mereka baik baik aja sama kamu kok” Taukah anda, mungkin saja anak anda tidak butuh hal itu, dia hanya butuh HOW TO MAKE FRIENDS, bagaimana cara berteman nya aja. Mungkin saja di buku buku dikatakan anak harus dibiasakan bergaul sejak dini, kalau ga bisa bergaul kita sering ajak ketemu sama orang dan seterusnya. Itu tidak salah, namun ada yang kadangkala luput dari perhatian kita. Mereka adalah anak yang sama sekali TIDAK PUNYA skill sosialisasi, jadi mereka bingung harus ngomong apa dan setelah itu harus ngapain Kadang yang mereka butuhkan hanya sederhana, hanya CARA Langkah demi Langkah yang harus dilakukan, seperti: Nanti kamu tanya siapa nama teman baru itu, setelah itu kamu baru tanya umurnya berapa…. Ini mungkin skill yang harus diajarkan pertama kali atau kalau misalnya ada orang baru, kita sebagai orang dewasa yang memberikan contoh dengan bertanya pada si anak baru.. “Hai dik namanya siapa? Kalau ini (sentuh anak anda) namanya si Bimbim.  Oya dik, kamu kelas berapa? Hal ini membantu anak mengerti CARA memulai berteman , cara bersosialisasi Seringkali anak kecil punya pemahaman yang beda dengan kita sebagai orang dewasa, mereka bisa saja sudah mendekati teman dan setelah itu temannya tiba tiba pergi si anak bisa merasa: aku mau main kok ditinggalin sih?? padahal sebenarnya anak yang tiba tiba lari ini punya keinginan lain, kadang kadang anak ga sampai punya pikiran seperti ini, sehingga dia...

Sebelum terapi dia tidak percaya diri, sekarang…..

Hallo semuanya …. Kali ini saya akan sharing cerita tentang klien saya yang mengalami tidak percaya diri karena pernah dibully ketika masa sekolah. Dalam pengalama saya menerapi orang kebanyakan orang menjadi tidak percaya diri adalah karena faktor dibully dimana pembully an ini tidak berlangsung sebentar tapi cukup lama. Sehingga bisa diibaratkan seperti teror mental pada yang bersangkutan. Dan yang menjadi masalah adalah biasanya si korban tidak mau berkata pada orang tua atau guru karena takut akan mendapatkan pembully-an yang lebih besar lagi disamping juga karena ada faktor ancaman.  Sehingga biasanya mereka para korban akan menyimpannya sampai mereka sudah tidak kuat lagi baru mereka bicara. Jika orang tidak bisa mengatasi rasa takutnya ini , ini akan berkembang menjadi perasaan takut yang lain seperti takut ditolak dalam pergaulan , takut tidak diterima dalam pergaulan yang kemudian akan membuat rasa tidak percaya diri semakin meningkat dan semakin meningkat. Demikian juga yang dialami klien kami ini , dia merasakan tidak percaya diri yang luar biasa. Sekarang dia sudah tidak dibully lagi tapi beban akibat dibully itu masih terasa ada dalam dirinya. Dia sudah berusaha untuk lepas dari masa lalu , dia sudah tahu apa yang harus dilakukan tapi tetap saja merasa tidak bisa dan tidak berdaya. Kenapa terjadi seperti ini ? Karena ada  di bawah sadarnya yang masih takut peristiwa masa lalu akan terjadi kembali dalam kehidupannya sehingga bawah sadar ini membuat dia takut bergaul. Takut peristiwa masa lalu akan terjadi lagi. Nah , bawah sadar itu punya kekuatan lebih banyak dibandingkan sadar, maka ketika dia mencoba dia selalu ga bisa dan ga mampu. Dengan dia semakin tidak bisa dan tidak mampu ini...